Upaya Rahman Manik Jaga Primata di Tengah Pakan Hutan Sibaganding Terbatas
Krisis pakan alami di kawasan Hutan Sibaganding memaksa kawanan primata liar turun ke jalan raya lintas Sumatera untuk mencari makan. Kondisi ini sangat membahayakan nyawa satwa akibat tingginya risiko tertabrak kendaraan pelintas, sekaligus berpotensi memicu konflik dengan kebun warga di sekitar kawasan.
Menghadapi situasi tersebut, Rahman Manik mendedikasikan dirinya untuk melanjutkan jejak sang ayah dalam melindungi primata di Geosite Sibaganding. Dengan menggunakan tiupan tanduk kerbau yang khas, ia memanggil kawanan kera dan siamang agar berkumpul di lokasi konservasi. Secara swadaya, ia rutin menyediakan belasan tandan pisang setiap harinya untuk memastikan satwa tersebut kenyang dan tidak lagi turun mengemis di pinggir jalan raya.
Upaya pelestarian mandiri ini sangat membutuhkan dukungan kesadaran dari masyarakat luas. Para pengendara dan wisatawan yang melintasi kawasan Geosite Sibaganding diimbau secara tegas untuk tidak memberi makan primata di pinggir jalan raya, demi meredam potensi kecelakaan dan menjaga agar satwa tetap berada di dalam ekosistem hutan yang aman.
Informasi Tambahan: Berita ini memiliki tautan eksternal resmi untuk informasi lebih lanjut.
🌐 Kunjungi Link Sumber ↗Berita & Event Lainnya
Telusuri informasi menarik lainnya dari Geosite Sibaganding
Pengukuhan Personil Badan Pengelola Geopark Danau Toba
Susunan personil Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP-GKT) secara resmi dikukuhkan di Ruang Kena...
Baca Selengkapnya →
Wagub Musa Rajekshah Apresiasi Taman Wisata Kera Sibaganding
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, mengunjungi dan memberikan apresiasi tinggi...
Baca Selengkapnya →
Hutan Lindung Sibaganding Terbakar
Kawasan Hutan Lindung Sibaganding yang merupakan bagian penting dari ekosistem penyangga di sekitar...
Baca Selengkapnya →